Jurnalis : Media Mainstream Taka Luput Dari Beita Hoax
"Banyak juga media mainstream lolos (memuat berita hoax, red), karena terlalu semangat atau memang faktor-faktor sifatnya personal sehingga ia terjebak dalam permainan-permainan seperti itu," tambah Nasihin.
Bahkan yang lebih sedih, lanjutnya, ada media-media besar yang independesinya harus dipertanyakan. Karena digunakan untuk kepentingan politik. Nasihin mengatakan media ini berbeda dengan media bersikap.
Media bersikap, jelas Nasihin, yang secara sadar menghambakan dirinya untuk permainan politik itu berbeda. Nasihin menegaskan dengan segala kondisi Indonesia yang belum jelas segala aturannya ia memilih untuk memiliki sikap.
Dalam paparannya Nasihin Masha melihat perkembangan pengguna media sosial cepat sekali perkembangannya. Ia menilai banyaknya pengguna sosial media karena orang Indonesia suka ngerumpi, bukan hanya ibu-ibu, tapi semuanya," kata Nasihin Nasihin.
Sehingga pembicaraan yang sebelumnya harus bertatap muka dulu menjadi langsung ke individu. Dan berbeda dengan televisi ketika di jalan tidak bisa mendapat informasi. Sekarang ketika ada smartphone seseorang bisa mendapat informasi di mana saja.
Nasihin mengatakan maka sangat rasional jika media sosial dipakai untuk alat politik. Karena, lanjutnya, siapa yang bisa memengaruhi pikiran orang maka ia bisa mengendalika masyarakat. Dan itulah menurut Nasihin yang saat ini terjadi.
"Dan setiap kekuasaan itu selalu punya narasi, punya cerita, karena kalau tidak punya cerita akan susah membentuk fikiran orang," kata Nasihin.***

No comments