Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) menggelar Mudzakarah Nasional II

Wartamedia.id -- Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) menggelar Mudzakarah Nasional II di Hotel Grand Asrilia, Bandung, Ahad (14/5). Mudzakarah mengambil tema “Peran dan Strategi ANNAS menghadapi Ancaman Syiah dan Komunisme terhadap Aqidah Ummat dan NKRI”

Ketua Umum ANNAS KH Athian Ali M Dai, Lc, MA mengungkapkan kembali tentang ancamana nyata yang luar biasa kepada akidah umat di negeri ini.

“Kehadiran Syiah dan Komunis bisa jadi kesempatan dari Allah kepada kita untuk mempertahankan negeri yang kita cintai. Untuk membela umat dari pemahaman yang sesat dan menyesatkan,” ujarnya KH. Athian.

Komunisme, lanjut KH Athian, sudah terbukti berulang kali melakukan kudeta hingga menimbulkan korban. “Komunis bukan lagi ancaman tapi sudah terbukti membahayakan bangsa Indonesia,” terang dia.

Ia menambahkan, Syiah boleh jadi lebih berbahaya dari Komunisme. Hingga kini, keberadaan Syiah menimbulkan konflik horizontal di Indonesia.

“Ajaran Syiah benar-benar bisa memancing darah seorang Muslim mendidih. Bagaimana tidak, ajaran Syiah penuh dengan penodaan terhadap ajaran Islam. Ajaran Islam mereka hina dan nista. Allah dan Rasulullah mereka hina,” paparnya.


Saat ini Syiah tengah melakukan kekacauan di dunia Islam. Di Irak, Iran, Arab Saudi, Suriah, Yaman dan lainnya. “Saya pernah ke Iran selama sepekan dan umat Islam semakin sulit bernapas di Teheran

Senada dengan Ustadz Athain, Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Deddy Mizwar juga prihatin dengan bahaya kesesatan Syiah.

“MUI punya peran sentral menjaga kemurnian akidah umat. Terkait paham Syiah, dalam rakernas tahun 1984, MUI telah merekomendasikan bahwa paham Syiah memiliki perbedaan pokok dengan Ahlussunah yang menjadi keyakinan umat Islam Indonesia,” jelasnya

Ia mengatakan, tidak ingin konflik Syiah yang terjadi di berbagai daerah kembali terulang di Indonesia, seperti konflik Sampang yang telah melahirkan banyak korban, khususnya di Jabar, sehingga acara ini harus bisa menjadi masukan bagi pemerintah,” ujarnya.

Selain itu, Wagub menjelaskan bahwa pada 2018 adalah tahun politik, pilkada serentak akan dilaksanakan. Karena itu, Deddy meminta umat Islam agar mewaspadai tahun politik ini jangan sampai dimanfaatkan oleh Syiah.

Mudzakarah Nasional II ANNAS 2017 dihadiri lebih dari 500 Alim Ulama, Cendekiawan Muslim dan ANNAS Wwilayah seluruh Indonesia.

Selain Wakil Gubernur, juga dihadiri oleh perwakilan Pangdam Siliwangi, perwakilan Kapolda Jawa Barat, Kabinda Jabar dan instansi pemerintah lainnya.***

Foto : Salam Online

No comments

Powered by Blogger.